Belajar dari Tanaman

Menjelang lebaran tahun ini, ada banyak sekali inspirasi ide segar keluar. Saya coba kerjakan sendiri bila ide itu masih terjangkau dan tidak membutuhkan banyak sumber daya keuangan. Salah satunya bercocok tanam di sekitar rumah. Ide yang satu ini muncul ketika kedapur melihat orangtua saya menyisihkan beberapa siung bawang bertunas dan juga jahe di pinggiran tempat memasak. Karena saya paham kebiasaan beliau waktu dulu saya masih kecil sering sekali emak menanam apotik hidup di pekarangan rumah.

Kondisi tersebut saya jadi terlintas untuk coba memanfaatkan lahan kosong disamping rumah, cuma saya lupa dirumah sekarang seluruh halaman keliling sudah disemen pondasi, jadi tidak ada tanah sama sekali dihalaman sekitar. Karena ini ide baik, nanti bila istri pergi kepasar saya akan beli pot bunga plastik untuk ditanam dimedia pot saja deh, pikir saya.

Malamnya pas kami ke supermarket dikota, ketika istri sibuk membeli perlengkapan buat lebaran, saya bersama si kecil farhan bergegas ke tempat perabot untuk mencari-cari wadah pot plastik. Ketemu yang saya cari, saya bisikan ke istri saya ketika beliau menanyakan untuk apa beli wadah pot. Saya bilang untuk menanam kebaikan. Ya, dalam hati saya niatkan bahwa menanam adalah pola pembelajaran diri terhadap awal proses kesuksesan. Karena kita tidak menikmati hasil panen dari tanaman yg mungkin sekarang sudah menghasilkan banyak, tanpa dimulai dengan sebuah tunas hasil tanam orang sebelum kita dahulu yang bekerja keras menanamnya.
Itu sikap saya tak terlepas juga untuk mengajarkan si bocah lakilaki dirumah yang sudah berumur 3 tahun ini (baca : farhan) untuk berlatih menanam tumbuhan.

Esok harinya, saya bergegas ke tetangga yg berjualan aneka tanaman hias, pupuk kompos dan lainnnya. Karena jarak rumah saya dekat dengan tempat tersebut, jadi saya kenal sekali pemiliknya, yang biasa saya panggil “om”. Pas kesana, si om lg nyantai, saya pertama coba bertanya untuk membeli pupuknya, lalu dilihat beliau saya jarang ketempatnya apalagi menanyakan pupuk segala, dia menjawab dengan mempersilahkan dengan baik “sudah ambil aja itu pupuk dipojokan, dan” lalu di suruh anak buahnya untuk ambil cangkul dan mengemas ke pot yang sudah saya bawa dari rumah. Tak lupa setelah itu saya mengucapkan terima kasih kepadanya dan pamit pulang untuk memulai aktifitas menanam.

Saya ambil didapur, bawang bertunas tadi, dan beberapa daun seledri yang berakar yg sebelumnya dibeli istri dari pasar.

Dengan dibantu si farhan, tanaman saya tempatkan disamping rumah yang tidak terkena matahari langsung. Lalu sejak itu setiap pagi saya siram sedikit sambil menunggu perkembangan hingga nanti dipanen.

Awalnya sih memang sepele, tapi saya rasa ini permulaan untuk bermandiri dari membeli setiap hari, “kalo bisa panen sendiri, buat apa beli lagi” pikir saya.

Dan ternyata memang berbuah baik, hasilnya beberapa hari setelahnya tunas bermekaran dan beberapa minggu lagi siap dipetik untuk campuran masakan dirumah.

Jadi, Mari menanam dan jadilah produktif ๐Ÿ™‚

Tagged with:
Posted in buah pikiran

hewan penjaga rumah selain gukguk :)

Mau berbagi cerita sedikit tentang kegiatan hari ini. Tadi siang saya bersama istri pergi jalan kerumah keluarga. Sampai didepan rumahnya, beberapa angsa putih kelihatan dr jauh sudah melihat kedatangan kami dan perlahan mendekat. Kami mengendarai motor, dan farhan duduk didepan, saat itu saya hanya nyelonong masuk saja. Tiba tiba angsa yg td mendekat perlahan semakin cepat dgn paruhnya terjulur kebawah berlari memburu kami, waduh karena kaget, sifarhan teriak dan kaki terangkat takut dipatok, dan gas pool ๐Ÿ™‚ utk menghindari hal tidak diinginkan.

Setelah berlalu, angsa tersebut pada ribut seakan bercerita ke pemilik rumah ada yg datang.
Kwekk….kwook….webekkk…

Ternyata oh ternyata angsa cukup cerdas ditempatkan dirumah sebagai penjaga terhadap orng yg mau masuk kerumah. Jd selain gukguk, angsa pilihan tepat utk menjaga rumah.”klo gitu ada tidak yg lain selain angsa, klo rumah saya di perumahan dgn halaman sempit mau taruh dimana angsanya ?” ๐Ÿ˜€

Yups banyak kok ada beberapa hewan lain yg umumnya dipakai utk memberitahu pemilik runah klo ada tamu atau orng yg datang.

1. burung

Ini udah pasti mesti jenis tertentu, karena ga semua burung berkicau klo ada yg masuk kerumah. Contohnya biasanya beo, merpati, burung hantu kali ya, sama burung a***y bird (wew) maaf saya ga bisa sebutkan produk disini ๐Ÿ˜€

2. kucing

Ini hewan biasanya alternatif buat dirumah, cuma biasanya klo kucing sih didalam rumah kan ya, jd si tamu udah masuk baru meong, hahah.

3. ayam

Utk yg ini saya gak bilang semua ayam bisa bersuara klo ada yg datang, cuma klo pagi suka bersuara loh klo mau matahari terbit, heheheh. Klo ini membantu mengingatkan sipemilik rumah utk lekas bangun biar rezekinya ga dipatok ayam.

Demikian yg bisa saya laporkan, semoga berkesan dan bersedia komentar dibawah buat yg udah baca,

Thanks ๐Ÿ™‚

Tagged with:
Posted in buah pikiran

Memulai walau Terlambat

Ga kerasa udah mau wisuda sebentar lagi. Walaupun saat ini saya masih mengerjakan tugas akhir saya di jurusan teknik informatika. Sungguh terlalu memang klo kata bang rhoma, entah kenapa dr semua perkuliahan yg saya ikuti, setiap mata kuliah pemograman ga pernah satupun saya sukai. Seperti kurang “garam” klo mata kuliah pemograman dibanding lainnya. Apa karena setiap pertemuan di ajarkan adalah hal2 dasar dan tidak beroreintasi objek dan kondisi dilapangan ya.

Saya harus akui bahwa ketika saya tau bahwa pembelajaran bahasa pemograman ternyata dasar dr salahsatu hal yang harus dimiliki bagi lulusan TI\SI, diluar dr kemampuan lainnya.

So, saya harus simpulkan bahwa saya harus mulai kembali belajar bahasa pemograman dan fokus ke hal yg berorientasi objek, karena ladang pekerjaan cukup banyak serta cukup ampuh untuk disertakan aplikasi buatan kita terkait pekerjaan dikantor, ketika negoisasi gaji ke atasan. Hehehe….

Salam,

Danikoecing

Posted in catatan

bedakan tujuan hidup dan keperluan hidup

Apa yg terjadi dalam kehidupan kita pasti kita dihadapkan dengan pilihan, ada pilihan dalam hidup baik-buruk, laba-rugi dan lainnya. Klo udah dipilih tinggal buat alasan dr pilihan tersebut kenapa harus memilihnya. Namun seiring berjalan, ternyata pilihan kita perlu diperbaharui, jd gunakan “penghapus” lalu gunakan pilihan yg baru dan jalankan dengan alasan perubahan yang dipilih. Dan simpan log update pilihan kita, klo sewaktu-waktu perlu diaudit. Kembali ke judul diatas, jd ketika dihadapkan dengan pilihan yg sulit, pilih berdasarkan pemikiran anda, bagi saya itu ada dua, “apakah ini tujuan hidup” atau hanya “sebuah keperluan hidup”. Simple ;)….tulisan ini saya tujukan buat dedikasi para pembaca blog saya yg udah lama ga mampir. “Sukses kurang Bernilai tanpa Ridho”

Tagged with:
Posted in buah pikiran